Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

2024, BIG Bakal Rampungkan Peta Skala Besar Indonesia

Jakarta, Berita Geospasial – Mengacu pada UU Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial (IG), Badan Informasi Geospasial (BIG) wajib menyediakan peta skala besar. Peta skala besar ini dibutuhkan untuk rencana detail tata ruang dan sebagai landasan pembangunan nasional.

“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” kata Sekretaris Utama BIG Muhtadi Ganda Sustrisna saat Media Gathering di Jakarta (04/05).

Menurut Ganda, pemetaan skala besar wilayah Indonesia ditargetkan selesai pada 2024. Prioritas utama adalah untuk wilayah kota metropolitan.

Hingga saat ini, lanjut Ganda, ketersediaan peta skala besar wilayah Indonesia baru 2%. “Ini sangat jauh dari apa yang diharapkan,” tegasnya.

Apalagi peta skala besar ini juga dapat dimanfaatkan untuk mitigasi bencana. Ini sangat penting, karena sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia kerap disebut sebagai supermarket bencana.

“Segala bencana alam ada ada di Indonesia, kecuali angin taifun. Untuk itu, BIG telah membangun Digital Elevation Model (DEM) Nasional untuk membantu mitigasi bencana,” terang Ganda.


Adapun DEM Nasional merupakan bentuk penyajian ketinggian permukaan bumi secara digital. DEM Nasional ini adalah hasil modeling, artinya perlu validasi.

“BIG senantiasa memvalidasi dari model yang sudah dibuat, sehingga bisa dibuktikan dan bisa dimanfaatkan secara akurat,” ucap Ganda.Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama BIG Wiwin Ambarwulan mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait penggunaan peta dasar. Meskipun begitu, belum semuanya menggunakan peta dasar milik BIG.

"Yang sudah memanfaatkan rata-rata pemeintah kabupaten,” tutur Wiwin.

Ia pun berharap, ke depan pihak swasta ikut menggunakan peta yang dibuat BIG. “Kalau peta sudah diintegrasikan tapi tidak dipakai oleh rakyat, pembangunan, pemda, kementerian, dan lembaga, mau buat apa?” tanya Wiwin.

Pada Media Gathering ini turut hadir pula Fifik Syafiudin, Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Kecil dan Menengah PPRT BIG; Agus Budianto, Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Darat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi; Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; serta Manlian Ronald, Guru Besar Universitas Pelita Harapan. Media Gathering yang diikuti oleh kurang lebih 40 wartawan media lokal dan nasional ini diharapkan bisa menambah pengetahuan para wartawan, serta mempublikasikan produk dan kegiatan BIG kepada masyarakat luas. (NIN/LR)