Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bahas Lahan Sawah Tim LP2B DPRD Kab Bekasi Kunjungi BIG

Cibinong, Berita Geospasial – Menyusutnya lahan pertanian disuatu daerah memang menjadi suatu fenomena serius yang harus diperhatikan, terutama di daerah dengan tingkat perputaran ekonomi dan pembangunan yang pesat, tidak terkecuali Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Dengan perkembangan ekonomi, pembangunan dan industri yang sangat cepat membuat wilayah salah satu penyangga ibu kota ini mengalami alih fungsi lahan sawah yang signifikan.

Belasan ribu hektare lahan sawah telah disulap menjadi pemukiman maupun perindustrian tidak kurang dari 11.000 hektare hingga juli 2018 lahan telah beralih fungsi. Yang mayoritas dimiliki oleh pihak pengembang ataupun swasta, dengan kondisi seperti ini Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini diwakili oleh tim Pansus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) DPRD Kabupaten Bekasi beserta beberapa jajaran pejabat dinas terkait melakukan konsultasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Jumat (06/07). Didalam pertemuan tersebut dibahas mengenai luas lahan sawah yang ada di Kabupaten Bekasi, selain itu juga dibahas mengenai teknis lainnya berkaitan dengan konsultasi penyempurnaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kabupaten Bekasi.

Kegiatan dimulai dengan Sambutan selamat datang dan sekaligus paparan tentang profil Badan Informasi Geospasial (BIG) dari Kepala Bidang Penelitian, Nursugi mewakili Kepala Pusat Penelitian Promosi dan Kerjasama. Dilanjutkan dengan sambutan pimpinan rombongan dari Pansus LP2B DPRD-Kabupaten Bekasi, Yudi. Pada sambutannya Yudi mengatakan, “Tujuan dari kami datang kesini (BIG, red) adalah untuk mengetahui dan berkonsultasi mengenai lahan sawah yang ada di bekasi, yang kedepannya akan menjadi acuan kita untuk Rancangan Peraturan Daerah  (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Bekasi” ujar ketua Tim LP2B Bekasi Yudi. Kegiatan juga merupakan program pemerintah dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, demikian imbuh yudi.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari narasumber BIG diantaranya tentang kompetensi Sumberdaya manusia (SDM) IG didaerah oleh Sumaryno (PSKIG),  Pada paparannya Sumaryono mengatakan, penyelenggaraan dan pengelolaan data dan informasi geospasial untuk menunjang percepatan pembangunan harus diiringi juga dengan pengembangan SDM bidang IG. Kemudian Kepala Bidang Pemetaan Batas Administrasi Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW), Eko Artanto pada paparannya menjelaskan tentang batas wilayah administrasi. Peta batas administrasi Desa/Kelurahan seluruh wilayah diharapkan selesai tahun 2020. Untuk Kabupaten Bekasi, pada tahun 2017 peta batas administrasi sudah di serahkan BIG ke Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan yang ditunggu yaitu paparan dari PPIT tentang verifikasi lahan sawah dan sinkronisasi dengan daerah irigasi. Data dari BIG luasan sawah untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi adalah 59.855 ha. Paparan selanjutnya adalah dari PTRA, Mahensa yang menjelaskan tentang status Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi. BIG belum mengeluarkan rekomendasi karena saat ini permeriksaan masih pada data dasar atau peta dasar. Kegiatan ini ditutup dengan tukar menukar Cinderamata kedua instansi.(AR/YDI)