Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Antisipasi Tantangan 2019

Cibinong, Berita Geospasial - Mengawali tahun, Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar rapat pimpinan (rapim) pada Kamis, 3 Januari 2019. Rapim pertama di 2019 ini menilik kembali sejumlah capaian BIG sepanjang 2018, sekaligus membahas catatan-catatan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja di 2019.

Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin mengingatkan, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta (KSP) pada Desember lalu. Peluncuran KSP bukan berarti tugas besar BIG selesai. Ini justru menjadi tugas baru bagi setiap elemen di BIG.

“Dengan Kebijakan Satu Peta, kita dituntut memiliki peta skala besar, skala 1:5.000. Guna menghasilkan skala 1:5.000, perlu jaring kontrol yang lebih teliti. Untuk itu kita perlu infrastrukur, SDM (sumber daya manusia), dan sebagainya,” tegas Hasanuddin.

Menurut Hasan, tuntutan masyarakat terhadap kehadiran BIG begitu besar. Salah satunya terkait aturan dan standar Informasi Geospasial (IG).

Hasan berharap, pekerjaan yang berkaitan dengan penyusunan aturan dipercepat. “Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat, kita tidak lagi bisa hanya bergerak secara responsif. Kegiatan kita harus mulai antisipatif terhadap tuntutan yang muncul,” lanjutnya.

Menyikapi tuntutan tersebut, Hasan berencana melakukan rotasi jabatan. Ia ingin menerapkan paradigma bahwa kemuliaan suatu pekerjaan dinilai dari fungsinya, bukan dari jabatannya.

Rencana Hasan tersebut bukan tanpa alas an. Menurutnya, jabatan struktural di birokrat cukup terbatas. Bila semua mengarah ke sana, ia khawatir menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

“Ini tugas Pak Sestama (Sekretaris Utama), bagaimana mensosialisasikan ke staf bahwa begitu masuk ke instansi pemerintah, yang penting itu fungsinya, bukan strukturnya. Karena struktur itu hanya menjalankan tugas supaya fungsi tercapai,” jelas Hasan.

Menanggapi rentetan bencana yang terjadi di Indonesia belakangan ini, Hasan meminta agar staf BIG bekerja sesuai dengan tugasnya. “Saya minta kalau ada bencana, staf BIG jangan cari panggung. Kita membantu kawasan bencana, ya, kita laksanakan karena ingin membantu, ikhlas, tidak perlu woro-woro,” ututupnya. (MAD/NIN)