Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bimbingan Teknis Penguatan Simpul Jaringan wilayah Papua dan Maluku

 photo 335A0076_zps6ufbhmqb.jpg

Manokwari, Berita Geospasial – Pada hari Rabu, tanggal 4 April 2018, bertempat di Swiss Belhotel Manokwari, Badan Informasi Geospasial (BIG) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Simpul Jaringan untuk wilayah Papua dan Maluku. Kegiatan Bimtek Simpul Jaringan ini merupakan kegiatan bimtek kali kedua yang dilaksanakan oleh BIG di tahun 2018, setelah sebelumnya acara yang sama untuk wilayah Sumatera telah dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2018 yang lalu, dimana pada saat itu dilaksanakan di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Bimtek ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil dari Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) yang telah dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, pada tanggal 26 Oktober 2017 lalu, dinyatakan bahwa pemerintah daerah perlu segera mengoperasionalkan fungsi simpul jaringan dan infrastruktur data spasial untuk efektifitas berbagi pakai data melalui Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Selain itu, memperhatikan terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 503/685A/SJ tanggal 2 Februari 2018 tentang Penyiapan Infrastruktur dan Jaringan untuk Kebijakan Satu Peta bagi Pemerintah Daerah, maka Gubernur diwajibkan untuk menunjuk Unit Teknis OPD sebagai simpul jaringan dalam rangka pembangunan JIGN, yang bertanggung jawab dalam pencapaian target rencana aksi KSP.

Sampai saat ini, hanya 9 dari 34 provinsi yang simpul jaringannya sudah beroperasi sebagai Unit Pengelolaan & Penyebarluasan Informasi Geospasial, dan mempunyai portal yang sudah terkoneksi dengan Penghubung Simpul Jaringan (BIG). Kesembilan provinsi tersebut adalah : Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah agar tercapai target sesuai yang diamanatkan dalam Perpres No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan KSP, bahwa seluruh IGT Nasional terintegrasi dan dapat berbagi-pakai data sesuai dengan klasifikasi akses dari masing-masing IGT, yang diharapkan bisa terealisasi dan dilaunching pada 17 Agustus 2018 nanti, melalui Geoportal Nasional.

Untuk pelaksanaan bimtek di wilayah Papua dan Maluku, kegiatan dimaksudkan untuk menguatkan simpul jaringan daerah melalui pelatihan (bimtek) dan penyusunan Rencana Aksi Daerah Tahun 2018 -2019 dengan target yang terukur untuk dilaporkan secara berkala kepada Presiden. Selain itu, pencapaian keberhasilannya akan menjadi salah satu indikator untuk penganugerahan Bhumandala Award (Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik) Tahun 2018.

Acara bimtek kali ini dimulai dengan sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Plh. Sekda Papua Barat, Nicolas Uttung Tike, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Papua Barat, dengan pertama menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta kegiatan, dan ucapan terimakasihnya karena sudah memilih kota Manokwari sebagai ibukota Provinsi dari Papua Barat untuk pelaksanaan kegiatan Penguatan Simpul Jaringan Wilayah Papua dan Maluku ini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa untuk menindaklanjuti kawat dari Mendagri agar awal bulan  Agustus 2018 seluruh jaringan di seluruh provinsi di Indonesia menjadi tersambung, maka Provinsi Papua Barat siap untuk melaksanakan yang terbaik dalam mendukung kegiatan tersebut. Terakhir dari sambutannya, Nicolas menyampaikan “Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan komitmen tinggi dan kerja keras dari berbagai kalangan profesi baik dari birokrat pemerintahan, akademisi, dan organisasi Kemasyarakatan”.

Setelah sambutan selamat datang selesai disampaikan oleh pihak Provinsi Papua Barat, tiba giliran wakil dari BIG untuk menyampaikan hasil assessment awal kondisi terkini dari simpul jaringan di regional Papua dan Maluku yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara. Paparan dan pembukaan acara disampaikan oleh Suprajaka, selaku Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG) BIG. Dalam pemaparannya didapatkan informasi bahwa dari empat provinsi yang ada di wilayah Papua dan Maluku, Provinsi Maluku terdeteksi saat ini belum mempunyai landasan hukum, unit pengelola, dan juga geoportal. Diharapkan pada saatnya nanti kekurangan-kekurangan tersebut bisa segera diselesaikan hingga target simpul jaringan dapat terintegrasi di bulan Agustus 2018 bisa terlaksana. Sementara untuk Provinsi Papua Barat, ketika portal geospasial-nya sudah terbangun, diharapkan untuk segera melakukan upgrading dari sisi sumber daya manusia IG-nya. Untuk proses upgrading SDM-IG ini dalam pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan pihak PPIDS yang akan segera terbangun di Provinsi Papua Barat.

Suprajaka menuturkan bahwa nantinya simpul-simpul jaringan yang ada diseluruh provinsi di Indonesia diharapkan bukan hanya terbangun saja, tetapi juga benar-benar tersambung satu dengan yang lainnya, sehingga nanti kedepannya masing-masing  provinsi dengan memanfaatkan SDM yang tersedia bisa melengkapi data-data terkait IG-nya untuk dimanfaatkan guna mendukung proses perencanaan, pelakanaan, dan monitoring berbagai pekerjaan pembangunan yang dilakukan. Terlebih kemudian Bappenas mensyaratkan adanya IG dalam pengajuan berbagai perencanaan pembangunan yang diajukan oleh setiap provinsi yang mengajukan.

Pada acara bimtek ini hadir juga mewakili kalangan akademis di lingkungan papua, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Akademik Universitas Papua (UNIPA), Decky Erari, beserta jajaran dosen dan calon Pengelola Unit Geospasial dari Universitas Papua yang nantinya akan menjadi Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) di Provinsi Papua Barat.

Acara utama bimtek penguatan simpul jaringan dimulai dengan pengenalan dan pengantar terkait penguatan simpul jaringan di Indonesia, khususnya di wilayah Papua dan Maluku, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Simpul Jaringan IG BIG, Aris Haryanto, yang juga pada kesempatan pemaparan teknis ini bertindak sebagai moderator acara. Setelah pengantar disampaikan, Aris kemudian memberikan kesempatan kepada para peserta bimtek yang terdiri dari perwakilan Bappeda di wilayah Papua dan Maluku untuk melakukan tanya jawab. Perwakilan dari Provinsi Papua pada kesempatan tanya-jawab tersebut menyampaikan bahwa saat ini mereka memang belum memiliki portal geospasial, tetapi meraka sudah memiliki aplikasi website Simtaru yang saat ini sudah berjalan dan memiliki payung hukumnya berupa pergub. Kedepannya, mereka akan memanfaatkan bimtek ini untuk nantinya bersama dengan para pihak yang terkait pengelolaan simpul jaringan di masing-masing provinsi di wilayah Papua dan Maluku, membangun aplikasi geoportal di lingkungan provinsi masing-masing.

Melanjutkan sesi acara pemaparan teknis, pemateri pertama menyampaikan materi tentang Infrastruktur Simpul Jaringan, yang dibawakan oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Geospasial, Gatot Haryo Pramono. Gatot dalam presentainya memaparkan berbagai aspek teknis yang dibutuhkan untuk membangun sebuah simpul jaringan di lingkungan masing-masing provinsi. Dari diskusi yang hangat antar anggota bimtek penguatan simpul jaringan ini, didapatkan info bahwa saat ini khususnya di wilayah Papua, ketersediaan listrik secara kontinyu setiap waktu masih menjadi impian di hampir seluruh wilayah Papua.

Selanjutnya pemateri kedua, Syamsul Hadi, Surveyor Pemetaan Muda di Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial BIG, memberikan pemaparan materi tentang Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) versi 5. Dalam paparannya disebutkan bagaimana sebuah KUGI ini berperan sangat penting dalam proses pengelolaan data dan IG dan untuk segera diimplementasikan serta diintegrasikan melalui simpul jaringan.

Adapun materi yang ketiga dengan tema materi Pengenalan Geoportal PALAPA versi 3.4, disampaikan oleh Seto Baruno dari Bidang Penyebarluasan Informasi Geospasial BIG. Melengkapi  pemaparannya, Seto Baruno kemudian menyampaikan overview terkait aplikasi PALAPA yang sudah disiapkan oleh tim BIG agar bisa digunakan oleh para peserta selama pelaksanaan acara bimtek penguatan JIGN ini berlangsung, dan juga sebagai dasar untuk membangun simpul jaringan nantinya di provinsi masing-masing. Semoga para peserta yang telah mengikuti acara ini bisa mengambil ilmu sebanyak mungkin dan nantinya menerapkannya di instansi masing-masing. (DA/LR)