Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Geoliterasi Tingkatkan Wawasan Pendidik

Bogor – Informasi Geospasial, Ilmu kebumian merupakan salah satu ilmu yang penting bagi pengembangan potensi Sumber Daya Manusia, tak terkecuali generasi penerus bangsa. Beranjak dari latar belakang tersebut Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) Badan Informasi Geospasial, Mengadakan kegiatan lokakarya atlas dengan tema Geoliterasi Untuk Negeri, "Peran Atlas Untuk Mendukung Wawasan Kenusantaraan Geoliterasi Pendidikan Nasional" di IPB Convention Hall Kota Bogor Jawa Barat Jumat 30 November 2018.

Hadir dalam rangkaian acara tersebut Kepala Badan Informasi Geospasial Prof Dr Hasanuddin Zainal Abidin M.Sc, Tokoh Nasional Yudi Latief serta Akademisi Drs T Bahtiar.

Acara yang dihadiri oleh para guru IPS dari Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi Dan Kabupaten Bogor Jawa Barat ini bertujuan untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan mengenai pentingnya Geoliterasi dalam sistem pendidikan nasional.

"Acara ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus mengembangkan wawasan para pengajar khususnya mengenai geoliterasi nusantara" ungkap hasanuddin dalam pembukaan acara tersebut.

Senada dengan hasan dalam acara tersebut Tokoh Nasional Indonesia yang juga Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Yudi Latief mengatakan bahwa pemahaman wawasan kenusantaraan bagi para generasi penerus bangsa perlu ditingkatkan, salah satu caranya adalah dengan meninkatkan literasi akan ilmu kebumian.

“Para guru IPS ini terutama Geografi, sosial dan sejarah merupakan tonggak dari transfer ilmu kepada generasi anak anak kita, apabila kualitas gurunya semakin baik maka kualitas ilmu yang akan diterima para murid menjadi lebih berkualitas” ucap Yudi.

Dalam sesi lokakarya selanjutnya Akademisi yang juga penulis T Bachtiat memaparkan bahwa Literasi bagi paa pendidik di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang cukup baik dimana para pendidik saat ini sudah cukup memahami teknologi secara baik dan komperhensif.

“Teknologi merubah paradigma mengajar bagi para pendidik termasuk didalamnya ilmu kebumian, ilmu sosial, ilmu sejarah yang saat ini sudah mudah diakses oleh semua orang, sehingga pendidik harus tidak tertinggal akan fenomena ini” ujarnya.

Geoliterasi sendiri merupakan kemampuan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis di dalam ilmu kebumian.

Pemahaman yang lebih mendalam akan Geoliterasi diharapkan mampu memberikan kemampuan para guru dalam mentransfer ilmu kepada para generasi penerus bangsa.(/AR)