Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Geoportal Kota Palembang Diluncurkan

Palembang, Berita Geospasial – Bertempat di Ballroom Hotel Excelton Palembang, Pemerintah Kota Palembang menjalin kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Palembang terkait Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JGID) di ibu kota Sumatra Selatan sekaligus mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop JIGD Kota Palembang.

Tujuan dari kegiatan ini guna mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan data spasial, selain itu juga menyelenggarakan fasilitas pengumpulan, pertukaran dan penyebarluasan data spesial antara instansi pemerinta, masyarakat swasta serta perguruan tinggi.

Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Z. Abidin, mengatakan kerja sama itu penting untuk mendukung program pemerintah pusat. “Pentingnya JIGN dan JIGD untuk mendukung terealisasinya one map policy,” ujarnya di Palembang pada Selasa (9/4/2019).

Dia menjelaskan kebijakan satu peta itu diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP). Selama ini banyak instansi yang mengeluarkan data masing-masing sehingga menimbulkan tumpang tindih. “Kalau sudah satu data itu enak. Mau cari data apa tinggal ketik, muncul. Ini bisa menjadi acuan dalam pembuat kebijakan,” kata Hasanuddin.

Dia menjelaskan pembangunan jaringan itu untuk mendorong semua stakeholder di daerah bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mewujudkan Jaringan Infromasi Geospasial Nasional (JIGN). Hasanuddin menjelaskan geospasial berasal dari kata space atau ruang. Dalam geospasial data itu bisa panjang, tinggi, luas, berat, dan lain-lain, yang kemudian diolah. Setelah diolah, digunakan sebagai  alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

“Informasi geospasial ini diperlukan oleh birokrasi dan masyarakat di semua tingkatan, untuk meningkatkan kualitas dalam mengambil keputusan dalam semua aspek pembangunan nasional,” tuturnya.

Sementara Menurut Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sekaligus ketua Kwartir kota Palembang, bahwa penyuluhan ini sangat baik dalam menyampaikan informasi dimana program ngantor ke kelurahan yang dijalankan Pemkot juga bersinergi dengan pelaksanaan geospasial.

"Untuk itu kedudukan Pemerintah dalam pelaksanaan JIGD kota Palembang sebagai simpul jaringan serta penyelenggara JIGD, yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pengumpulan, pemeliharaan, pemutakkhiran dan penyebarluasan data spasial tertentu, saya harap dengan kejasama seperti ini bisa memperkuat dan menjadikan kinerja kita lebih tertib dan terdata dengan rapi," katanya pada saat saat membuka sosialisasi jaringan informasi geospasial daerah (JIGD).

Di Kegiatan yang sama,  Kepala Bapeda Litbang kota Palembang, Haryy  Hadi mengatakan penyelenggaraan kegiatan jaringan informasi geospasial daerah (JIGD) kota Palembang merupakan bagaian dari jaringan informasi geospasial nasional yang tertuang dalam bentuk geoportal kota Palembang.

"Kita harapkan kegiatan ini menjadi salah satu sarana berbagi data, publikasi, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan visi kota Palembang demi mewujudkan Palembang emas darussalam 2023 dan percepatan pelaksaanaan perogram nasional kebijakan satu peta," jelasnya.

Setelah sambutan dari Kepala Bapeda Litbang Kota Palembang lansung dilanjutkan dengan Launching Geoportal JIGD Kota Palembang. (EN)