Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Integrasi Data Spasial Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

Gunung Agung yang berada di Bali tepatnya di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karang Asem memiliki ketinggian 3.142 meter diatas permukaan air laut. Gunung api yang bertipe stratovulkanik terakhir meletus pada tahun 1963 setelah mengalami tidur panjang selama 120 tahun. Tak banyak diketahui secara pasti sejarah aktifitas Gunung berapi Agung. Catatan sejarah mengenai letusan gunung ini mulai muncul pada tahun 1808. Ketika itu letusan disertai dengan uap dan abu vulkanik terjadi. Aktivitas gunung ini berlanjut pada tahun 1821, namun tidak ada catatan mengenai hal tersebut. Pada tahun 1843, Gunung Agung meletus kembali yang didahului dengan sejumlah gempa bumi. Letusan ini juga menghasilkan abu vulkanik, pasir, dan batu apung.

Berita terbaru yang menyebutkan aktifitas Gunung Agung yang mulai meningkat dan sudah berada pada level awas mengindikasikan bahwa aktifitas gunung api yang masih aktif ini sudah berada pada level tertinggi, artinya Gunung Agung siap meletus kapan saja. Untuk itu sejumlah warga di sekitar gunung Agung Bali dihimbau untuk mengungsi. Informasi mengenai kondisi terkini gunung agung terus diupayakan oleh kementrian terkait. Salah satunya adalah Badan Informasi Geospasial yang berusaha menyediakan dari informasi geospasial yang tersedia dibantu dengan data tematik dari beberapa kementrian/lembaga ditambah dengan Data dari Kebijakan Satu Peta yang ada dalam InaGeoportal. Beberapa data yang dikumpulkan seperti citra satelit SPOT, Citra TerraSAR, Peta Rupa Bumi Indonesia dan Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung diintegrasikan untuk mendapatkan gambaran umum kondisi wilayah Gunung Agung seperti terlihat dalam gambar dibawah ini.

Peta Citra Wilayah Gunung Agung

Gambar 1. Peta Citra Wilayah Gunung Agung

Ket: Versi Cetak Ukuran A1 dapat di unduh di Peta Citra Wilayah Gunung Agung

Peta citra diatas menggambarkan wilayah 3 dimensi Gunung Agung dan sekitarnya yang berisi informasi jaringan jalan, sungai, sebaran bangunan, pos pengungsian, permukiman dan kawasan rawan bencana (KRB) baik yang bersifat rawan dari aliran lahar maupun rawan akibat lemparan material/ awan yang di representasikan dalam bentuk radius. Penambahan informasi spasial lainnya akan sangat membantu didalam memperkaya informasi spasial yang telah ada. Besar harapannya hasil integrasi ini sedikit banyak dapat membantu dalam proses penanganan bencana yang saat ini terjadi di Kawasan Gunung Agung Bali.

Informasi geospasial terkait Gunung Agung: Ina-Geoportal Gunung Agung | Estimasi Bangunan | SHP File 

 

Ferrari Pinem

 Ka. Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim