Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kepala BIG Buka Rakor JIGN Regional Jawa, Bali dan Nusra

 photo DSC_6428_zpshfdvkknq.jpg

Masih dalam rangkaian kegiatan Rakor Bimtek Penguatan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) untuk Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara di Discovery Kartika Plaza, Bali. Pada hari kedua Kepala BIG hadir untuk membuka acara secara resmi. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari pemerintah daerah kabupaten/kota di wilayah regional Jawa Bali dan Nusa Tenggara,  Antusiasme peserta patut dibanggakan. Terlihat dari masing-masing peserta yang tetap turut hadir di hari kedua.

Kegiatan bimtek pada hari kedua diawali dengan penyampaian laporan dari Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, Adi Rusmanto mengatakan kegiatan bimtek ini merupakan kegiatan lanjutan untuk persiapan kebijakan satu peta. Berdasarkan hasil kegiatan Rakor Bimtek Jaringan Informasi Geospasial Nasional  (JIGN) dari bulan Maret-Mei, 34 provinsi sudah memiliki geoportal dan baru 18 provinsi yang sudah memiliki peraturan. Tantangan yang dikemukakan dari berbagai provinsi yang mengikuti rakornas beberapa provinsi belum memiliki hukum yang kuat terkait peraturan JIGN, namun beberapa provinsi yang lain akan segera mengupayakan. Adanya SDM yang berkompeten sering di mutasi dan data informasi geospasial yang belum lengkap.

Selanjutnya penyampaian sambutan dari Rektor Universitas Udayana. Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) menyampaikan terimakasih kepada BIG yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan merupakan suatu kebanggan atas diberikan kepercayaan dari BIG dalam pembetukan PPIDS di Univ Udayana, PPIDS Universitas Udayana lahir 30 September 2014 melalui MOU antara Universitas Udayana dan BIG.

Raka Sudewi mengatakan PPIDS Universitas Udayana siap berkontribusi dalam membangun IG untuk Prov Bali, sampai saat ini Universitas Udayana memiliki 13 Fakultas dan 104 prodi, dan berencana untuk membentuk prodi diploma di bidang geomatika dan kebencanaan. “Berdasarkan tupoksi dari PPIDS maka peran perguruan tinggi sangat strategis untuk membantu pemerintah provinsi dalam menyiapkan dan pengayaan konten untuk simpul jaringan di Prov Bali”, lanjutnya.

Kepala BIG Prof. Hasanuddin Z Abidin juga memberikan sambutan pada acara Rakor Bimtek ini dan sekaligus membuka kegiatan Rakor Bimtek JIGN Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara secara resmi. Sebelum membuka beliau menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya Kebijakan Satu Peta (KSP) yang merupakan project BIG dan rencananya akan di launching pada bulan Agustus nanti.

“Selama Indonesia merdeka banyak peta-peta tematik dibuat oleh lembaga berdasarkan peta dasar yang belum tentu sama sehingga hal ini menimbulkan permasalahan untuk proses perencanaan pembangunan contohnya banyaknya tumpang tindih yang mengakibatkan konflik sosial dan dapat menghambat pembangunan daerah. Oleh karena itu Presiden Indonesia Bapak Jokowi mengharapkan untuk peta tematik diseluruh wilayah Indonesia harus melalui referensi yang sama melalui Ina-GeoPortal yang terhubung ke seluruh wilayah”, ungkap Prof. Hasanuddin.

Setelah memberikan sambutannya Kepala BIG Prof Hasanuddin langsung secara resmi membuka kegiatan Rakor Bimtek JIGN Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Sebelum dilanjutkan sesi bimbingan teknis, ada beberapa kata sambutan terkait urgensi penunjukan unit teknis organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi sebagai simpul jaringan dalam mendukung pembangunan daerah oleh Drs. Eko Subowo, MBA selaku Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan dari Kementerian Dalam Negeri. Tentang manfaat Kebjiakan Satu Peta (KSP) untuk pembangunan daerah oleh Plt. Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Salah satu manfaat KSP yaitu untuk mendorong peningkatan investasi. Kebijakan satu peta tidak bisa ditunda lagi, salah satu hal yang akan diluncurkan menyangkut pelayanan perizinan suatu perusahaan. Jadi jika pelaku usaha ingin melakukan investasi, melalui KSP ini maka izin lokasi bisa langsung diterbitkan karena datanya bisa langsung diakses. Mohon bantuan untuk Pemerintah Provinsi untuk segera mengaktifkan simpul jaringan sehingga dapat berfungsi dengan baik”, tegasnya.

Dalam kegiatan ini diharapkan para peserta akan dapat mengelola data dan IG di wilayahnya dengan lebih optimal dan sesuai standar nasional sesuai dengan semangat One Map Policy. Akhirnya, dapat terwujud pembangunan simpul jaringan di daerah untuk mendukung pembangunan JIGN. (EN/ATM)