Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Manfaat Kebijakan Satu Peta Untuk Mendukung Perizinan

Jakarta, Berita Geospasial - Rabu, 20 September 2017, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof. Hasanuddin Z. Abidin (Hasan) beserta sejumlah pejabat eselon I di lingkungan BIG mengikuti pertemuan dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta. Pada kesempatan yang baik itu, Prof. Hasan mempresentasikan tentang Manfaat Kebijakan Satu Peta Untuk Mendukung Perizinan.

Prof. Hasan memperlihatkan laman untuk berbagi pakai IG yakni Ina-GeoPortal kepada Darmin Nasution. Prof. Hasan menjelaskan bahwa Ina GeoPortal memiliki banyak kelebihan dibanding google map. Diantaranya adalah relief lebih detil dan ada tampilan atribut sehingga bisa dilakukan analisis spasial. Mekanisme ini dapat digunakan untuk overlay/ tumpangtindihkan layer yang ada. Misalkan kawasan ijin tambang, Hak Guna Usaha (HGU) dan lain sebagainya. Fokus sekarang ini adalah di Pulau Kalimantan.

Kepada Menko Bidang Perekonomian kemudian diperlihatkan tentang kawasan Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah. Di kawasan itu terlihat ada kebun kelapa sawit yang cukup luas. Pertanyaan kemudian adalah apakah boleh di kawasan taman nasional ada perkebunan kelapa sawit yang cukup luas?

Hal ini kemudian menjadi bahan diskusi Darmin Nasution, Prof. Hasan beserta peserta pertemuan yang hadir. Darmin menyebutkan bahwa di Indonesia ini termasuk diantaranya di Pulau Kalimantan, banyak kawasan yang “remang-remang”. “Ini yang biasanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk menjadi sumber pemasukan, padahal bisa ditarik pajak oleh pemerintah.

Dengan Ina-GeoPortal hal-hal semacam ini bisa diketahui, sementara di google tidak bisa. Darmin Nasution kemudian meminta kepada tim dari BIG untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk hal ini dipresentasikan ke Presiden nantinya. Tentunya untuk pembangunan yang lebih baik. (ATM)