Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Peroleh Sertifikat Standar ISO/ IEC 20000-1:2011 untuk Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi

Berita Geospasial, Cibinong - Dalam mendukung penyebarluasan informasi geospasial kepada kalayak umum sebagaimana termaktup pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional diperlukan standardisasi tata kelola teknologi informasi dan komunikasi di BIG.

Untuk itu, BIG mengeluarkan Surat Keputusan Kepala BIG Nomor 30 Tahun 2017 yang isinya mengenai Cetak Biru Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BIG Tahun 2017-2021. Dalam paparannya, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG), Adi Rusmanto menyampaikan bahwa intisari dari surat keputusan tersebut mengenai Analisis Kondisi TIK saat ini, Analisis Strategi TIK ke depan, Blue Print Sistem Informasi dan Blue Print Tata Kelola TIK. Adi juga menyampaikan selama kurun waktu yang cukup singkat, BIG terutama tim dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) sudah melakukan serangkaian uji sertifikasi untuk membuktikan kelayakan standar TIK BIG dengan dibantu oleh konsultan dari Proxis untuk mendapatkan sertifikat Standar ISO/IEC 20000-1:2011.

Hari ini, Selasa 9 Januari 2018 diselenggarakan Penyerahan Sertifikat Standar ISO/IEC 20000-1:2011. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh perwakilan BSI, Rudi Antoni kepada Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin.  Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural BIG, tamu undangan, staf BIG dan wartawan baik cetak maupun elektronik. “Sertifikat ISO/IEC 20000-1:2011 ini diberikan kepada BIG oleh British Standard Institution (BSI) sebagai bukti kesiapan BIG melakukan IT Service Management di internal BIG”, demikian disampaikan oleh Rudi Antoni Perwakilan BSI.  Adapun sertifikat ini berlaku selama jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan dilakukan audit berkala setiap tahunnya. BSI menyampaikan bahwa sertifikat IT Service Management ini sudah terakreditasi oleh American National Accreditation Board (ANAB) dan untuk Indonesia sudah ada sekitar 5 Kementerian/Lembaga/BUMN yang mendapatkannya seperti Kementerian Keuangan baru-baru ini, lanjut Rudi.

Sementara itu Hasanuddin Z. Abidin, Kepala BIG pada kata sambutannya menyambut baik hasil kerja Tim TIK BIG dengan diperolehnya sertifikat ini. Sekarang saatnya untuk bekerja membuktikan kinerja TIK berjalan baik di BIG. Untuk masa depan, Hasanuddin menghimbau supaya mulai dibangun TIK pada Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dimana BIG bertugas mengelolanya sesuai amanat undang-undang. Informasi Geospasial  sangat membutuhkan JIGN  yang  terkelola baik. Hasanuddin juga menginformasikan suatu sistem baru di dunia maya yakni Block Chain Technology yang sedang ramai dibicarakan para penggiat IT di seluruh dunia. Block Chain Technology ini secara harafiah diartikan sebagai suatu sistem berteknologi tinggi yang terintegrasi ke berbagai tempat dengan multidatabase.

Kepala BIG, meminta konsultan Proxis untuk menemani BIG dalam mempelajari Block Chain Technology ini, sebab sebagai seorang dosen beliau memiliki firasat bahwa model ini bisa dipakai untuk informasi geospasial. Saat ini, untuk Asia, negara India sedang melakukan uji coba penggunaan Block Chain Technology. Sedangkan di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang berencana mempelajarinya, namun sebenarnya ini merupakan keputusan pemerintah pusat untuk menggunakan sistem ini atau tidak, dikarenakan membutuhkan anggaran besar dan kemauan bersama membangun Indonesia menjadi lebih baik.  [AS/TR]