Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pesan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Untuk Kepala BIG: Teruslah Memperkenalkan BIG Kepada Masyarakat

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro secara resmi melantik Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc. Bertempat di Gedung Bappenas Jakarta pada hari Senin, 5 Desember 2016 acara pelantikan berlangsung dengan dihadiri oleh Bima Haria Wibisana selaku Kepala BKN, Prof. Dr.Ir. Kadarsah Suryadi selaku Rektor ITB, para pimpinan Bappenas dan para pimpinan Badan Informasi Geospasial. Acara yang berlangsung mulai pukul 11.00-13.00 ini dihadiri juga Kepala BIG terdahulu seperti Ir. Rudolf W Matindas, M.Sc. periode tahun 2002 hingga 2010, Dr. Asep Karsidi, M.Sc. periode tahun 2010 hingga 2014, dan Dr. Priyadi Kardono, M.Sc. periode tahun 2014 hingga 2016.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122/TPA Tahun 2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dalam jabatan pimpinan tinggi utama lingkungan Kementerian PPN/Bappenas. Dalam sambutannya Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan “Banyak orang yang belum memahami mengenai Badan Informasi Geospasial, karena itu salah satu tugas Kepala BIG adalah dengan terus memperkenalkan BIG kepada masyakarat baik masyarakan umum maupun masyarakat yang memang pengguna produk-produk yang dihasilkan BIG”. Kata Bambang.

Beliau juga berpesan dengan merujuk dari kebijakan Bapak Presiden dengan One Map Policy (Kebijakan Satu Peta) peran BIG menjadi sangat sentral dan penting. BIG bertugas dalam hal pemetaan dasar meskipun Kementerian dan Lembaga lain juga melaksanakan tugas pemetaan tetapi mereka mengerjakan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Yang terpenting adalah tugas BIG yang membuat peta dasarnya harus memiliki sinkronisasi antara peta-peta yang telah dihasilkan Kementerian dan Lembaga lain tersebut. Maka BIG harus menjadi konsolidator yang menciptakan sinkronisasi sehingga dalam pembangunan menjadi lebih baik dimulai dari peta yang kita miliki harus akurat dan tidak hanyak cukup detail tetapi sinkronisasi tersebut juga patut diperhatikan.

Pada sesi wawancara kepada wartawan, Kepala BIG yang baru, Prof. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc. mengatakan bahwa luasnya Negara Indonesia bila dipetakan, maka dalam pemetaan yang dilakukan BIG, BIG tidak dapat bekerja sendiri. Maka BIG harus menjalin kerja sama seluas-luasnya dengan Kementerian dan Lembaga lain untuk membantu proses pemetaan di seluruh Indonesia baik di wilayah darat maupun laut. Beliau menambahkan dalam mendukung One Map Policy, pemetaan di laut juga sangat diperlukan mengingat 70% dari wilayah Indonesia adalah laut. Dalam pemetaan tidak hanya bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga tetapi juga masyarakat industri geospasial yang  memang membutuhkan produk-produk yang dihasilkan BIG. “Jika masyarakat merasa produk yang dihasilkan BIG bermanfaat maka masyarakat juga dengan cepat membantu BIG. Maka BIG pertama-tama harus mengedepankan pelayanan publiknya terlebih dahulu.” tambahnya.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari para hadirin kepada Kepala BIG yang baru dilantik. Semoga Kepala BIG yang baru dilantik dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik, sehingga tugas BIG sebagai lembaga penggerak dan terdepan dalam penyelenggaraan IG  yang andal, terintegrasi dan mudah dimanfaatkan oleh bagi para penggunanya.(NU)