Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

PPIDS Ke-20 TelahTerbangun di Tanah Papua Barat

Manokwari, Berita Geospasial, untuk memperkuat jaringan infrastruktur informasi geospasial di Tanah Papua, maka BIG menggandeng Universities Papua untuk membangun Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS).  Pusat ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan BIG di Tanah Papua Barat sebagai pusat pengembangan infrastruktur informasi geospasial diantaranya untuk peningkatan sumberdaya manusia di bidang informasi geospasial termasuk uji kompetensinya dan sebagai tempat konsultasi pemerintah daerah di Papua Barat tentang berbagai penyelenggaraan informasi geospasial di Papua Barat. PPIDS yang ke-20 ini, pembentukannya didasari oleh Kesepahaman Bersama dan Perjanjian KerjaSama yang ditandatangani di Aula Pascasarjana Universitas Papua, Merauke Papua Barat pada Rabu 4 April 2018.

Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Papua (Unipa) Jacob Manusawai dengan Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin untuk berkolaborasi dalam rangka mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait informasi geospasial. Sedangkan Perjanjian KerjaSama (PKS) yang ditandatangani oleh Kepala UPT Geospasial Thomas F. Pattiasina dengan Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama Wiwin Ambarwulan adalah tentang Pembentukan Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial di Universitas Papua, yang telah dikenal dengan PPIDS. Penandatanganan kedua dokumen tersebut dilakukan di depan sekitar 200 mahasiswa Unipa berbagai jurusan, sebagai generasi penerus bangsa agar lebih memahami secara spasial wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin berharap dengan dibentuknya PPIDS di Universitas Papua ini, maka kedepannya cita-cita Indonesia connected dalam penyelenggaraan infrastruktur informasi geospasial dapat segera terwujud. 

“PPIDS yang terbangun saat inimerupakan yang ke-20dari target 34 PPIDS yang akandibangun di setiapprovinsi.  Diharapkan PPDIS Unipa ini dapat melayani masyarakat di Papua Barat dalam penyelenggaraan informasi geospasial di Tanah Papua”, kata Hasanuddin.  Sementara itu, Rektor Unipa Jacob Manusawai menambahkan bahwa kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) ini merupakan peristiwa yang sangat penting untuk pengembangan Unipa, yaitu dapat menjadi pusat informasi yang mengglobal di bidang informasi geospasial, dan tentunya juga dapat meningkatkan akreditasi universitas, yang tahun 1964 merupakan bagian dari Universitas Cendrawasih di Papua Bagian Barat.

Lebih jauh Hasanuddin menambahkan, PPIDS yang tergabung dalam UPT Geospasial Unipa ini dapat menjadi tempat konsultasi bagi pemerintah daerah dalam pemetaan tata ruang, pemetaan batas desa atau tanah adat dan peningkatan SDM bidang informasi geospasial.  Sementara itu Jacob menjelaskan bahwa ke depan harapannya adalah bagaimana membangun SDM Papua yang dapat berkontribusi di segala bidang untuk NKRI, lebih khusus di bidang informasi geospasial.  Ditambahkan bahwa universitas yang berdiri sebagai Unipa sejak tahun 2000 ini, 60% mahasiswanya berasal dari Papua sisanya dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dari luar negeri, sehingga Jacob yakin PPIDS yang dibangun ini akan sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat Papua Barat.

Ditemui di lain waktu dijelaskan oleh Wiwin Ambarwulan bahwa dengan sudah dibentuknya PPIDS ini, tantangannya adalah bagaimana mengembangkan PPIDS ini secara mandiri.  Wiwin percaya bahwa PPIDS yang diselaraskan dengan Unit Pelaksana Teknis Geospasial di Unipa ini akan dapat berkembang pesat, karena sudah adanya UPT Geospasial di Unipa.  PPIDS Unipa dapat segera mempelajari tugas-tugasnya dan belajar dari PPIDS yang sudah dibangun sebelumnya, sehingga ke depan bisa lebih maju dibanding PPIDS yang lain.  Menanggapi hal tersebut Ketua UPT GeospasialThomas F. Pattiasina, PPIDS akan segera menindaklanjuti tugas-tugas yang diamanatkan PKS yang telah ditandatangani.  Tommy yakin hal tersebut bisa dilaksanakan, karena selama ini fungsi UPT Geospasial yang mencakupi semua fakultas yang mempunyai terkait dengan informasi geospasial sudah tergabung dalam UTP ini, sehingga tugas yang akan dilaksanakan tinggal melakukan beberapa penyesuaian.

Semoga PPIDS ke-20 yang dibangun di Tanah Papua Barat ini dapat melaksanakan tugasnya dengan berkolaborasi dengan BIG dan tentunya dengan pemerintah daerah khususnya di Tanah Papua Barat.   Setelah penandatanganan MoU dan PKS, acara ini kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Umum oleh Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin. [TR]