Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Rujukan Nasional Data Kewilayahan: Luas NKRI 8,3 Juta Kilometer Persegi

Jakarta, Berita Geospasial – Berdasarkan data terbaik yang dimiliki saat ini, diketahui bahwa luas Negara Indonesia mencapai 8,3 juta kilometer persegi, mencakup wilayah darat dan wilayah perairan. Sementara jumlah pulau di Indonesia yang berhasil diidentifikasi sejumlah 17,504 pulau, 16,056 di antaranya telah dibakukan dan disubmisi ke PBB.

Data-data tersebut merupakan sebagian data dari Rujukan Nasional Dat Kewilayahan yang diluncurkan oleh Badan informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal). Peluncuran Rujukan Nasional tersebut diselenggarakan pada Jumat (10/8) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar (IGD) BIG Mohamad Arief Syafii menyampaikan bahwa data-data pada Rujukan Nasional Data Kewilayahan tersebut akan selalu di­-update ­sesuai dengan ketersediaan data terbaru.

Smiley face

“Rujukan tersebut dibuat berdasarkan the best available data saat ini. Tentunya masih updating terus. Semuanya belum menggunakan skala besar, hanya beberapa area saja. Bisa jadi, nanti garis pantai kita lebih panjang dari data yang sekarang, karena penggunaaan skala kecil dan menengah pasti ada generalisasi. Ke depannya data akan lebih kaya dan lebih akurat,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan dengan adanya rujukan nasional ini meminimalisasi simpang siur penggunaan data. “Rujukan nasional yang bisa dipakai siapa pun. Dengan data ini, semua orang akan ngomong satu data, jangan beda-beda lagi,” ujar Arief.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya rujukan nasional ini. “Saya senang Pushidrosal bekerja sama dengan BIG. Jadi national interest  ada di atas segalanya. Di atas kepentingan golongan,” ungkap Luhut dalam sambutannya.

Menurut Luhut, pada 2045 Indonesia akan menjadi negara besar di dunia. Untuk mempersiapkan hal tersebut dibutuhkan data yang akurat. “Data menjadi satu power yang penting buat kita. Laut is the future. Laut paling jorok di dunia ya di Indonesia karena posisinya di garis silang, kedua karena rakyat tidak disiplin. Kita sekarang punya data yang lengkap, peta yang lengkap. Jadi sekarang kita kerja,”ujar Luhut.

Luhut mendorong agar kerja sama Pushidrosal dan BIG berlanjut dengan melakukan pemetaan laut dan pulau yang detail. “Untuk melihat pulau terluar, agar negara lain tidak mencaplok apa yang menjadi miliki kita. Untuk melihat kekayaan alam kita. Saya berharap tidak berhenti di sini, sehingga kita memiliki data yang lebih akurat, untuk mengeksplorassi kekayaan alam kita tanpa merusak lingkungan. Sehingga membuat Indonesia lebih hebat ke depannya.”

Berikut data-data yang dirilis sebagai Rujukan Nasional Data Kewilayahan:

Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3,110,000 km2

Luas laut territorial Indoneisa 290,000 km2

Luas zona tambahanan Indonesia adalah 270,000 km2

Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 2,800,000 km2

Luas landas kontinen Indonesia 6,400,000 km2

Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8,300,000 km2

Panjang garis pantai Indonesia adalah 108,000 km

Jumlah pulau di Indonesia lebih kurang 17,504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16,056. (AFN/MEU)