Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Ikut `Pamer` di Gelaran Satudasawarsa Indogreen Forestry Expo

Samarinda, Berita Geospasial - Infografis Kebijakan Satu Peta (KSP) dan target implementasi 2016-2018 ditampilkan di stand Badan Informasi Geospasial (BIG) saat pameran satu dasawarsa Indogreen Environment & Forestry Expo 2018 di Samarinda Convention Hall, Kalimantan Timur pada 5- 8 April 2018. Selain itu, ada pula infografis tahapan konsultasi berupa asistensi dan supervisi Peta Rencana Tata Ruang serta Ina-Geoportal, termasuk di dalamnya status kesiapan simpul jaringan pada Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Pameran Indogreen Environment & Forestry Expo 2018 diikuti 67 peserta dari kememterian dan lembaga, pemerintah daerah, serta institusi lainnya. Tema yang diusung yaitu `Kontribusi Ekonomi Sektor Kehutanan dalam Mendukung Pembangunan Nasional`, bertujuan mengkampanyekan dan menyebarluaskan informasi pengelolaan dan pelestarian lingkungan, penyelamatan hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan. Tema ini sekaligus mengangkat isu bidang lingkungan hidup dan kehutanan menjadi sebuah tujuan pemerintah.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek mengatakan, data dan Informasi Geospasial (IG) mampu mengurangi tumpang tindih perizinan pengelolaan dan penggunaan lahan. Karena itulah, pihaknya bekerjasama dengan BIG. Ia pun mengajak seluruh kementerian dan lembaga introspeksi terkait kebijakan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur. Pada kesempatan tersebut, dilaporkan pula data dan IG tematik. Termasuk data dan IG pemetaan partisipatif tanah adat atau ulayat dalam program KSP.

Terpisah, Sekretaris Jendral Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengapresiasi seluruh pihak yang ambil bagian dalam pameran Indogreen Environment & Forestry Expo 2018. Ia menuturkan, pemran ini untuk pertama kalinya diselenggarakan diluar Jakarta.

“Dengan adanya roadshow ke daerah, dan Samarinda terpilih menjadi tuan rumah pertama, diharapkan dapat menghadirkan seluruh stakeholder provinsi untuk bersama-sama membangun kembali hutan dan lingkungan untuk masa depan. Kalimantan Timur mewakili Indonesia agar menjadi contoh daerah lain di Indonesia terkait kehutanan dan lingkungan hidup,” ucap Bambang.

Menurut Bambang, sektor kehutanan dan kontribusinya tidak terlepas dari peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan hutan dan pelestarian lingkungan. Untuk itulah, pameran ini menampilkan potensi sumber daya hutan dan pemanfaatannya dari hulu hingga hilir, meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan dan hutan, pengembangan tata ruang, reklamasi, penguatan budaya lokal, promosi potensi pesona alam hutan, hingga pemanfaatan Corporate Social Environment Responsibility (CSER) berbasis masyarakat.

Pada pameran kali ini, stand BIG juga beragam produknya, seperti peta, atlas, buku, dan majalah IG. Pada hari pertama pameran, stand BIG banyak disambangi mahasiswa dan pelajar yang penasaran dengan pemetaan atau informasi geospasial. Mereka pun tertarik dengan data dan IG yang dapat diperoleh di portal kebumian Ina-Geoportal. Semoga hadirnya BIG di daerah, khususnya Samarinda, mampu menambah ilmu pengetahuan dan teknologi terkait dengan IG.(YI/NK)