Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Selenggarakan Diklat SIG Tingkat Dasar bagi Provinsi Sumatera dan Kalimantan

Cibinong, Berita Geospasial - Pada hari Selasa, tanggal 2 Oktober 2017 yang lalu, Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Geospasial terus berupaya secara proaktif untuk mengenalkan IG melalui berbagai jenis diklat, tentunya untuk mengenalkan banyak pihak tentang BIG. Terutama bagi para stakeholder IG di daerah untuk dapat berperan aktif dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui data dan IG yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. BIG sendiri dalam melaksanakan tugas besarnya untuk menyediakan data dan IG Dasar seluruh wilayah Indonesia memerlukan bantuan dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari pihak daerah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG), salah satu tugas utama BIG yakni pembinaan IG di Indonesia, termasuk di dalamnya terkait sumber daya manusia (SDM)-nya. BIG memiliki Balai Pendidikan dan Pelatihan Geospasial yang bertugas menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, terutama surveyor pemetaan (surta) melalui serangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik internal maupun yang berasal dari instansi pemerintah lainnya, yang terkait dengan kegiatan surta, baik tingkat pusat maupun daerah.

Pada awal acara diklat, Kepala Balai Diklat Geospasial BIG, Dadang Arifin dalam laporannya menyebutkan bahwa Diklat Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilaksanakan Balai Diklat Geospasial BIG ini dilaksanakan oleh para pengajar dengan berbagai kemampuan tentang SIG yang efektif dan menyenangkan bagi peserta pelatihan. Dadang menyebutkan bahwa tujuannya adalah membekali peserta dengan Ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi tentang SIG, dan diharapkan setelah mengikuti diklat ini peserta mampu memahami konsep dasar pemetaan, Konsep SIG, dan mampu menyusun dan mengolah basis data serta menyajikan Informasi dalam bentuk peta.

Sementara peserta Diklat Sitem Informasi Geografis sendiri berasal dari Provinsi Sumatera dan Kalimantan dengan jumlah peserta 24 orang. Lebih lanjut, Dadang Arifin menyebutkan bahwa sertifikat akan diberikan jika peserta memenuhi syarat dari segi kehadiran minimal mencapai 90 %  dan mencapai nilai cukup dari hasil evaluasi.

Acara kemudian berlanjut  dengan sambutan dan arahan yang dibawakan oleh Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin sekaligus membuka diklat SIG Tingkat Dasar tersebut. Hasanuddin menyambut dengan hangat kedatangan para peserta yang menyempatkan diri datang ke BIG untuk mempelajari tentang SIG. Ia sangat mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang untuk menjalankan diklat tersebut.

Hasanuddin kemudian mengatakan bahwa di dalam melaksanakan pekerjaan, semuanya sudah menggunakan informasi secara digital. “Apalagi bapak-bapak dan ibu peserta disini adalah pekerja di sebuah instansi daerah, maka untuk mengerjakan pekerjaan tersebut jika tidak menggunakan informasi yang digital atau sebuah teknologi semua akan menjadi susah”, ungkapnya.

 

Dijelaskan lebih lanjut contohnya mengenai Tata Ruang dan Batas Wilayah. “Jika memang tidak dibantu dengan teknologi, maka pekerjaan akan menjadi lama selesainya”, tutur Hasannudin. Hasanudin berharap peserta yang mengikuti diklat ini dapat mengaplikasikan apa yang di dapatkan dalam diklat tersebut kepada teman-teman di daerah masing-masing nantinya. Dan tentunya ilmu yang telah didapatkan dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan di daerah masing-masing. (IP/LR)