Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Mahasiswa ITP Menambah Wawasan Terkait Informasi Geospasial di BIG

Sebanyak 26 mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi Institut Teknologi Padang (ITP) berkunjung ke Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Jumat, 5 Mei 2018. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka untuk menambah wawasan mahasiswa terkait pengumpulan data, pengolahan, penyimpanan data dan informasi, serta penggunaan informasi geospasial.

Dalam paparan awal, Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG) BIG, Suprajaka, menjelaskan mengenai standarisasi dan kelembagaan Informasi Geospasial (IG). Menurutnya, Indonesia membutuhkan IG dalam jumlah besar dengan berbagai resolusi untuk mendukung perencanaan pembangunan nasional.

"Hingga saat ini, baru 21 persen kebutuhan informasi geospasial yang bisa dipenuhi oleh BIG dan sejumlah instansi," katanya.

Suprajaka menambahkan, dibutuhkan penguatan infrastruktur IG nasional yang meliputi kebijakan atau regulasi, kelembagaan, teknologi, sumber daya manusia dengan percepatan sertifikasi profesi bidang IG, serta standar yang terkait dengan IG.

Dalam kunjungan ini, pembicara lain yang menjadi narasumber adalah Arisauna Maulidyan Pahlevi dari Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG) yang memaparkan tentang penentuan geoid di Indonesia. Ada pula Wulan Yustia Sahroni dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) yang menjelaskan terkait Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke stasiun pemantauan Continous Operating Reference Station (CORS) yang berada di halaman BIG. Alat ini bisa menjadi salah satu bagian penting dari Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS).

Para mahasiswa mendapatkan penjelaskan, bahwa jaring kontrol geodesi memiliki berbagai manfaat untuk mengetahui kondisi kekinian Indonesia dan potensi yang terkandung di dalamnya. Semoga kunjungan ini bisa menambah ilmu para mahasiswa, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang IG dan BIG secara umum. (NI/LR)