Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Memaknai Peranan Umat Islam Dalam Era Digital Masa Kini

(Cibinong, Berita Geospasial) - Perkembangan teknologi di era sekarang amatlah cepat, bagaikan arus sungai deras yang tidak pernah berhenti mengalir. Manusia dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Ini dimulai dari revolusi industri 1.0 yang berkembangan pada pertengahan abad 18 dimana kemunculan mesin uap menggantikan hewan pada saat itu membuat perubahan yang sangat drastis terutama bagi perekonomian dunia. Dilanjutkan dengan revolusi industri 2.0. Revolusi industri generasi 2.0 ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber).

Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Medio 80 an hingga awal 2000 an menjadi penanda munculnya revolusi industri ketiga, hingga saat ini memasuki revolusi industri 4.0 dimana internet perkembangan IT bahkan kecerdasan buatan menjadi suatu hal yang bukan lagi impian semata. Lalu dimana peran umat Islam?

“Dalam praktiknya, Islam telah berperan besar dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan bagi umat manusia, sebut saja ilmuan terkenal seperti Ibnu Khaldun di bidang Filsafat dan Sosiologi, al Jabar dan masih banyak lagi selain para ilmuan islam juga memperkenalkan revolusi pertanian, (tata kelola pertanian) yang telah banyak mengubah perkembangan dunia. Umat islam senantiasa harus selalu belajar agar kita mampu mengembalikan kejayaan islam terutama di era modern ini dimana ruang dan waktu sudah bukan menjadi hambatan berarti”, ujar Prof. Fahmi Amhar dalam kegiatan Kultum Ramadhan di Masjid Al Idrisi Badan Informasi Geospasial Selasa (22/05).

Dijelaskan pula bahwa manusia memiliki tugas utama untuk menyembah Allah SWT sebagaimana dijelaskan di dalam beberapa ayat al-quran. “Manusia pada hakikatnya memiliki tugas utama untuk menyembah allah sang pencipta, selain itu manusia merupakan umat terbaik yang diciptakan allah di muka bumi, maka dari itu sebagai umat terbaik sudah seharusnya manusia menyerukan kebaikan dan menjauhi kemunkaran terutama bagi seorang muslim karena hal tersebut merupakan suatu kewajiban kita selama ada dunia”, pungkasnya. (AR/ATM)