Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Merawat Keislaman Keluarga Demi Mencapai Keridhaan Allah

(Cibinong, Berita Geospasial) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H, Badan Informasi Geospasial (BIG), rutin menyelenggarakan kajian islami. Kali ini hadir sebagai pemateri yaitu Ust, Bakrun Syafei M.A. Acara yang dilangsungkan pada Rabu (23/05) di Masjid Al Idrisi BIG ini mengambil tema “Bagaimana Merawat Keislaman Keluarga Demi Mencapai Keridhaan Allah SWT”.

“Kita mesti bersyukur jika sudah diberikan pasangan hidup dan keturunan oleh Allah, karena itu merupakan suatu nikmat dari Allah kepada kita, akan tetapi itu juga bisa menjadi suatu hambatan bagi kita untuk selamat hidup di dunia maupun akhirat kelak, Mengapa?, karena apabila kita tidak bisa memelihara nilai – nilai keislaman di dalam keluarga maka celakalah keluarga itu”, jelas ust. Bakrun.

Peranan keluarga dalam kehidupan seseorang sangatlah penting selain sebagai pembentuk karakter seseorang keluarga juga menjadi tempat pertama seseorang mengenal agama, untuk itu nilai nilai keislaman perlu diaplikasikan dan diterapkan secara benar di dalam sebuah keluarga.

Ust. Bakrun menyebutkan bahwa dalam al Quran Allah bahkan mengabadikan nama suatu keluarga yang suri tauladannya patut kita contoh. Surat Ali Imran (keluarga Imran) menjadi sebuah keluarga dengan nilai keislaman yang patut dicontoh oleh umat muslim. Tetapi ada pula contoh ketika seseorang tidak bisa memelihara keislamaan di dalam keluarga sehingga berdampak kepada ketakwaan kita sebagai muslim dalam QS Hud ayat 42-43 dijelaskan bahwa Allah membinasakan putra Nabi Nuh As yang tidak mengikuti perintah sang ayah untuk naik ke dalam kapal dan ia justru mengikuti orang – orang yang tidak beriman kepada Allah SWT.

“Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan”. (QS. Hud: 42-43)

Di momentum  ramadhan ini menjadi salah satu cara untuk memelihara keislaman keluarga kita. “Sahur, berbuka puasa, bahkan hingga tarawih menjadi contoh nyata kegiatan amalan yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga dalam usaha menggapai keridhaan Allah SWT”, pungkasnya. (AR/ATM)