Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana, BIG Luncurkan DEMNAS

Beberapa kejadian bencana alam di beberapa daerah di Indonesia hendaknya menjadi perhatian berbagai pihak. Sebagai lembaga negara yang memiliki tugas utama di bidang informasi geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) mendorong penggunaan data geospasial untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Salah satu data geospasial yang dapat dimanfaatkan ialah Digital Elevation Model (DEM) atau dikenal permodelan data ketinggian digital.

Wiwin Ambarwulan selaku Kepala Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerjasama BIG mengungkapkan DEM sangat dibutuhkan bagi berbagai macam aspek pembangunan.  “Salah satunya DEM dapat dapat dimanfaatkan untuk melihat titik rawan bencana” kata Wiwin.

Hal tersebut Wiwin sampaikan dalam diskusi bertajuk “Polemik: Peta Bencana, Resiko, dan Pencegahannya” di D’Consulate Resto, Jakarta (4/5).

Wiwin menambahkan perlunya untuk mencapai tujuan pembangunan nasional perlu partisipasi dari pemangku kebijakan dengan bahwa data geospasial tersebut menjadi alat pertimbangan dalam melakukan perencanaan pembangunan.

Lagi pula, meskipun setiap pemangku kebijakan di daerah mengetahui mengenai karakteristik dan kondisi wilayahnya, data DEM memiliki perhitungan saintifik untuk keperluan mitigasi bencana.

DEM sendiri merupakan informasi geospasial yang merepresentasikan muka bumi 3 dimensi dalam bentuk permodelan data ketinggian. Informasi yang tertuang dalan DEM dapat dimanfaatkan untuk perencanaan tata ruang, penarikan garis pantai, manajemen sumber daya alam, hingga mitigasi bencana.

Dalam kesempatan yang sama, Fifik Syafiudin Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Kecil dan Menengah BIG mengatakan bahwa DEM telah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara komprehensif. “Tingkat akurasinya sudah menyentuh angka 10 meter dan ini menjadi daya jangkau paling baik di dunia”, tambah Ibnu.

Fifik berharap dengan penggunaan DEM secara masif ini khususnya dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, berhubung Indonesia dikenal dengan kondisi geografis rawan bencana.

Contohnya bencana banjir di Sentani beberapa waktu lalu dampak bencananya bisa diminimalisir apabila data DEM dapat dipergunakan dan menjadi alat perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

“Masyarakat yang ingin mengetahui lebih rinci mengenai DEM Nasional serta penggunaannya bias dilihat di website tides.big.go.id”, tambah Ibnu.

Selain Wiwin Ambarwulan dan Fifik Syafiudin, hadir juga dalam diskusi tersebut Agus Budianto (Kepala bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG), Rahmat Triyono (Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsumani MBKG), dan Manlian Ronald (Guru Besar UPH).

###

Seputar Badan Informasi Geospatial

Badan Informasi Geospasial (BIG) lahir untuk menggantikan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) sebagai penuaian amanat pasal 22 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG). UU ini disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 15 April 2011 dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 April 2011. Lahirnya BIG ditandai dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 94 tahun 2011 mengenai Badan Informasi Geospasial pada tanggal 27 Desember 2011.

 

Berdasarkan Bab XI Pasal 69 UU tentang Informasi Geospasial yang kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam Ketentuan Peralihan Bab VII Pasal 40 Peraturan Presiden tentang Badan Informasi Geospasial, dinyatakan bahwa bidang tugas yang terkait dengan informasi geospasial tetap dilaksanakan oleh BAKOSURTANAL sampai dengan selesainya penataan organisasi BIG. BAKOSURTANAL wajib menyerahkan seluruh arsip dan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya kepada BIG dan seluruh hak dan kewajiban BAKOSURTANAL, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangan, beralih kepada BIG.

 

###

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Moh. Fifik Syafiudin, ST, M.Sc

Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Kecil dan Menengah – PPRT BIG

Jalan Raya Jakarta Bogor Km. 46, Cibinong, 16911

HP :  081919454808

Email : moh.fifik@big.go.id