Jumat, 14 Juni 2024   |   WIB
id | en
Jumat, 14 Juni 2024   |   WIB
Seminar Nasional Geomatika VII, Kupas Tuntas Peran IG untuk IKN

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) menyediakan data dan Informasi Geospasial (IG) untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikan Kepala BIG Muh Aris Marfai saat membuka Seminar Nasional Geomatika (SNG) VII di Cibinong pada Selasa, 7 Mei 2024.

“Terkait penyediaan data dasar wilayah IKN, BIG telah menyelesaikan penyediaan Jaring Kontrol Geodesi berupa pembangunan dan pengukuran titik 0 kilometer IKN, penyediaan titik kontrol geodesi, perekaman data pasang surut, pengukuran gaya berat, serta pembangunan Ina-CORS. BIG juga melaksanakan penyediaan Peta Dasar IKN skala 1:5.000 untuk wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara,” imbuh Aris.

Menurut Aris, BIG juga berkolaborasi dengan Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrud) TNI Angkatan Udara dalam proses pemotretan udara wilayah IKN. Segala Upaya tersebut dilakukan BIG untuk menyediakan data dan IG yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Seminar Nasional Geomatika VII dengan tema `Informasi Geospasial untuk Ibu Kota Nusantara` ini diharapkan menjadi ajang para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang IG untuk dapat menjalin kerja sama, membagikan hasil penelitian, serta pengalaman yang bermanfaat untuk pengembangan IG dan pembangunan IKN,” tegas Aris.

Sementara itu, Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono dalam laporannya menyampaikan bahwa SNG VII mengangkat enam sub tema, yaitu Pemetaan Skala Besar; Ekologi Lanskap; Kota Pintar, Perencanaan Kota, dan Ketahanan Kota; Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim; Pengelolaan Pangan, Air, dan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan; serta Pemetaan Karbon Biru. Berdasarkan hasil penerimaan makalah ilmiah, terkumpul 149 naskah abstrak yang terdaftar.

“Setelah melalui proses review, panitia memutuskan 19 naskah abstrak ditolak dan 130 lainnya dinyatakan lolos ke tahap penyusunan full paper. Sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, diterima 79 makalah full paper dengan rincian 63 makalah disajikan secara oral dan 16 makalah disajikan dalam bentuk poster,” jelas Belinda.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia mengungkapkan bahwa penataan ruang IKN membutuhkan peta dasar dan peta tematik. Pihaknya pun melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, karena peta tematik IKN memegang peran penting dan krusial.

“Permasalahan lahan di IKN harus segera dituntaskan dengan melibatkan semua pihak. Jika status lahan di IKN sudah jelas, maka pembangunan bisa segera di-eksekusi. Saat ini, BIG telah menyediakan Peta Rupa Bumi Indonesia skala 1:5.000 untuk wilayah IKN,” ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono melalui rekaman video yang dikirimkan untuk seminar.

Agus menekankan pentingnya kepastian hukum dan penggunaan lahan di wilayah IKN serta Kawasan Strategis Nasional (KSN) untuk menciptakan lingkungan investasi yang kompetitif. Selain itu, tentunya juga untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hak-hak bagi penyelenggara, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sebagai informasi, SNG VII adalah agenda tahunan BIG sebagai wadah komunikasi dan berkumpulnya akademisi, surveyor pemetaan, peneliti, pemerhati, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang IG dalam mempublikasikan hasil kajian ilmiahya. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan secara hybrid yang terdiri atas sesi keynote speech, invited speaker, dan sesi paralel. Pada akhir acara, dipilih pemakalah, presenter, dan poster terbaik. Ada pula penghargaan untuk presenter dan poster terfavorit pilihan panitia. (LR/NIN)