Australia, Berita Geospasial - Badan Informasi Geospasial (BIG) terus memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengamatan muka bumi guna memantau perubahan lahan dan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Technical Earth Observation Workshop yang diselenggarakan pada 9–13 Februari 2026 di The University of Sydney (USYD), Australia.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BIG melalui Direktorat Pemetaan Tematik (DPT) dan Direktorat Pemetaan Rupabumi Wilayah Laut dan Pantai (DPRWLP) bersama Geoscience Australia (GA). Program ini menjadi tindak lanjut Memorandum Saling Pengertian antara kedua lembaga dalam kerangka Marine Resources Initiative (MRI), dengan pihak universitas bertindak sebagai fasilitator sekaligus tuan rumah pelatihan.
<
Mentor dan peserta /dok.BIG
Direktur Pemetaan Tematik BIG Gatot Pramono menyampaikan apresiasi kepada GA dan pihak universitas atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta pengelolaan sumber daya secara terpadu di Indonesia.
“Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya di Indonesia secara terpadu. Kegiatan ini memberikan transfer pengetahuan berharga dari para fasilitator kepada tim BIG sebagai fondasi pengembangan pemetaan tematik di masa depan,” ujar Gatot.
Dari pihak tuan rumah, Elaine Baker menyampaikan kebanggaannya atas kolaborasi yang terjalin dengan Indonesia. Ia menilai kerja sama ini tidak hanya memperkaya pengalaman teknis, tetapi juga memperluas perspektif para fasilitator dan peserta.
“Bekerja bersama tim Indonesia merupakan pengalaman yang menginspirasi sekaligus memperkaya bagi seluruh fasilitator dan peserta workshop,” ungkap Elaine.
Sedangkan, Matthew Ellis dari GA menekankan bahwa kerja sama dengan BIG tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global, termasuk krisis iklim dan degradasi lingkungan.
Workshop dilaksanakan dengan metode pembelajaran teknis berbasis praktik langsung (hands-on training) menggunakan platform PIKSEL. Kegiatan ini menghasilkan dua produk utama, yakni citra GeoMAD Indonesia bebas awan dari Sentinel-2 serta data garis pantai multi-tahun berbasis Landsat.
Hasil tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan berbagai produk turunan, seperti peta penutup lahan dan analisis kebencanaan. Kolaborasi BIG dengan mitra internasional diharapkan terus diperkuat untuk menghadirkan inovasi pemetaan tematik yang mendukung pengelolaan wilayah serta sumber daya alam secara berkelanjutan di Indonesia.
Reporter: Ali Ammarullah
Editor: Kesturi Haryunani