Rabu, 06 Mei 2026   |   WIB
id | en
Rabu, 06 Mei 2026   |   WIB
BIG Gandeng Tiongkok, GNSS Jadi Senjata Baru Hadapi Tantangan Global

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) memperkuat langkah strategisnya di kancah global dengan menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) bersama Pusat Tiongkok-ASEAN Beidou/GNSS (Nanning) dalam pemanfaatan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kesepakatan ini menandai babak baru kerja sama Indonesia–Tiongkok di bidang teknologi geospasial, sekaligus mempertegas posisi GNSS sebagai infrastruktur kunci dalam pembangunan berbasis data spasial. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BIG Mohammad Arief Syafii menjelaskan, kemitraan ini merupakan bagian dari penguatan kolaborasi ASEAN–Tiongkok yang terus berkembang.


Penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) bersama Pusat Tiongkok-ASEAN Beidou/GNSS (Nanning)
dalam pemanfaatan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) /Agung Teguh

“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim, meningkatnya risiko bencana, serta kebutuhan akan sistem logistik dan pertanian yang lebih efisien, teknologi GNSS telah menjadi infrastruktur strategis yang sangat penting,” ujar Arief.

Ia menambahkan, kerja sama ini akan memperkuat peran BIG sebagai otoritas geospasial nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Lebih dari itu, kolaborasi ini tidak sekadar bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kemitraan ini merupakan pertukaran kepercayaan, pengetahuan, dan visi bersama untuk memastikan bahwa teknologi GNSS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Arief.

Sedangkan, Direktur Pusat Tiongkok-ASEAN Beidou/GNSS (Nanning) Wang Zhihu penandatanganan ini sebagai tonggak penting dalam memperdalam hubungan kedua pihak. Ia menilai, kerja sama ini menandai pergeseran dari tahap pertukaran persahabatan menuju kolaborasi yang lebih substansial dan terarah.

“Kerja sama ini menandai peralihan dari tahap pertukaran persahabatan menuju kolaborasi mendalam dan perencanaan bersama,” ujar Zhihu.

Ia juga menyoroti pentingnya peran informasi geospasial bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks. Menurutnya, informasi geospasial menjadi fondasi utama dalam tata kelola negara modern, sekaligus mendukung layanan ekonomi dan sosial.

Melalui MoC ini, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai inisiatif strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur GNSS berbasis integrasi satelit dan darat, penguatan ekosistem industri, hingga pengembangan aplikasi di sektor prioritas. Kerja sama ini juga membuka peluang implementasi lanjutan melalui proyek percontohan, riset bersama, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lewat pelatihan dan pertukaran pengetahuan.

Penandatanganan MoC ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun kerangka kerja sama GNSS yang inklusif di kawasan Asia Tenggara. Di saat yang sama, langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi geospasial global yang semakin kompetitif.

Reporter: Farrah Leovita Pangestu
Editor: Kesturi Haryunani