Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
id | en
Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
Peserta AIESEC UI Diajak Menjelajahi Dunia Geospasial di BIG

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) menerima kunjungan 26 peserta AIESEC in Universitas Indonesia (UI) dalam program edukasi yang membahas pemanfaatan informasi geospasial untuk memahami berbagai isu lingkungan, mulai dari kualitas ekosistem daratan, degradasi lahan, hingga perubahan tata guna lahan di Indonesia. Pada kunjungan yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 ini, BIG memperkenalkan peran strategis informasi geospasial sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memadukan praktik lapangan, pemaparan materi, dan diskusi. Peserta terlebih dahulu diajak mengunjungi Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG) BIG untuk mengenal berbagai peralatan survei dan pemetaan yang digunakan dalam pengumpulan data geospasial.


Demonstrasi pengoperasian pesawat nirawak untuk akuisisi data udara /Agung TM

Tim BIG juga menampilkan demonstrasi pengoperasian pesawat nirawak untuk akuisisi data udara yang mampu menghasilkan informasi wilayah secara cepat dan akurat. Setelah sesi lapangan, kegiatan berlanjut di Aula Bhumandala BIG dengan paparan dari sejumlah narasumber mengenai peran informasi geospasial dalam mendukung pembangunan nasional dan pelestarian lingkungan.

Tommy Nautico dari Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama (HHMK) BIG menjelaskan bahwa peningkatan literasi geospasial perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

"Kami sangat senang menerima kunjungan teman-teman AIESEC ke BIG. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi geospasial, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi nonpemerintah di masa mendatang," ujarnya.

Apresiasi pun disampaikan Organizing Committee President of Incoming Global Volunteer: Rooted Project AIESEC in Universitas Indonesia Anisya Syahwa Fithri Novriyanti. Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana teknologi geospasial dimanfaatkan pemerintah dalam memantau kondisi lingkungan.


Peserta diajak melihat peta tiga dimensi (3D anaglyph map) /Agung TM

"Kunjungan ini merupakan kolaborasi pertama antara AIESEC UI dan BIG. Kami ingin mengetahui berbagai alat dan teknologi yang digunakan untuk memetakan perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu sehingga dapat mendukung pengawasan dan pengelolaan lahan di Indonesia. Kami juga berharap dapat mempelajari lebih dalam mengenai degradasi lahan, deforestasi, serta isu-isu lingkungan lainnya," tuturnya.

Dalam sesi materi, Risa Krisadhi dari Biro HHMK BIG memperkenalkan profil serta mandat BIG sebagai penyelenggara informasi geospasial nasional. Ia menjelaskan bahwa data geospasial menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan karena mampu menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, M. Adnan Shafry Untoro dari Direktorat Integrasi dan Sinkronisasi Informasi Geospasial Tematik BIG memaparkan materi bertajuk Fighting Deforestation in Indonesia Using Maps. Ia menjelaskan bahwa pengendalian deforestasi membutuhkan data geospasial yang terintegrasi melalui Kebijakan Satu Peta.

Sedangkan, Raa Ina Sidrotul Muntaha dari Direktorat Sistem Referensi Geospasial BIG menjelaskan pentingnya data gravitasi dan model geoid nasional INAGEOID2020 sebagai infrastruktur dasar geospasial Indonesia. Ia menjelaskan, infrastruktur tersebut menjadi penopang akurasi pemetaan nasional, sekaligus mendukung implementasi Kebijakan Satu Peta, Satu Data Indonesia, pengelolaan sumber daya alam, hingga mitigasi bencana.

Sebagai penutup, peserta diajak melihat peta tiga dimensi (3D anaglyph map) dan mengunjungi Laboratorium Gaya Berat BIG untuk menyaksikan proses pengelolaan data geospasial.

Melalui kegiatan ini, BIG tidak hanya memperkenalkan teknologi dan infrastruktur geospasial kepada generasi muda. Tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa informasi geospasial merupakan elemen penting dalam menjaga lingkungan, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menghasilkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.

Reporter: Nurmitha Atmia
Editor:Kesturi Haryunani