Rabu, 15 April 2026   |   WIB
en | id
Rabu, 15 April 2026   |   WIB
Siswa SD Kreativa Kunjungi BIG, Belajar Peta hingga Praktik Drone

Cibinong, Berita Geospasial – Sebanyak 15 siswa SD Kreativa Bogor mengunjungi kantor Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Selasa, 14 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari program `Pembinaan Pustakawan Cilik` bertema Menjelajah Peta, Mengenal Indonesia, yang dirancang untuk mengenalkan dunia geospasial sejak dini.

Setibanya di kantor BIG, para siswa disambut oleh Agung Teguh Mandira dari Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama (HHMK) BIG. Ia mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan tentang pemetaan.


Pemaparan peta dalam bentuk tiga dimensi menggunakan kacamata anaglyph, yang menambah daya tarik visual pembelajaran /ferry

“Manfaatkan kunjungan di sini sebaik mungkin. Belajar tentang pemetaan dan serap ilmu sebanyak mungkin dari kakak-kakak narasumber,” ujarnya.

Sambutan hangat tersebut disambut antusias oleh pihak sekolah. Manager Divisi Literasi SD Kreativa Nunun Nurlaila menyampaikan apresiasi atas penerimaan dari BIG, sekaligus harapan agar kegiatan ini memberi pengalaman berkesan bagi para siswa.

“Kami datang dengan rasa ingin tahu dan ingin belajar tentang BIG. Semoga kegiatan hari ini berjalan lancar dan memberikan kesan yang baik bagi adik-adik,” tuturnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai peta dan manfaatnya oleh Abdi Maulana Arizali dari Biro HHMK BIG. Ia menjelaskan tentang jumlah pulau di Indonesia, negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia, serta profesi surveyor pemetaan yang berperan penting dalam penyediaan data geospasial.

Selanjutnya, Erna Kusumawati dari Direktorat Atlas dan Penggunaan Informasi Geospasial (DAPIG) BIG menyampaikan materi tentang atlas dan pemanfaatan informasi geospasial. Ia menjelaskan, atlas merupakan kumpulan peta, foto, grafik, dan narasi yang disusun secara sistematis, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

“Atlas bisa berupa atlas fisik dan sumber daya, kewilayahan, pariwisata, pendidikan, hingga sosial ekonomi budaya,” jelas Erna.

Ia menambahkan, informasi geospasial dalam bentuk peta dapat dimanfaatkan untuk merencanakan perjalanan, memantau perubahan penggunaan lahan, hingga mendukung perencanaan pembangunan.

Tidak hanya teori, para siswa juga mengikuti sesi praktik. Mereka menyaksikan peragaan drone di lapangan BIG, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan pesawat tanpa awak dalam kegiatan pemetaan. Bahkan, beberapa siswa berkesempatan mencoba menerbangkan drone secara langsung.

Pengalaman belajar semakin lengkap saat peserta melihat berbagai atlas taktual yang disediakan, mulai dari atlas transportasi darat, udara, dan laut, hingga atlas sumber daya alam dan wilayah administrasi. Mereka juga diajak melihat peta dalam bentuk tiga dimensi menggunakan kacamata anaglyph, yang menambah daya tarik visual pembelajaran.

Menutup kegiatan, para siswa diajak berpartisipasi dalam lomba mewarnai peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Suasana pun berubah menjadi meriah saat para peserta berkreasi dengan warna. Karya terbaik kemudian mendapat souvenir dari BIG.

Reporter: Luciana Retno Prastiwi
Editor: Kesturi Haryunani