Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
en | id
Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
Dari Data ke Lokasi Presisi, BIG Dukung Kota Jambi Petakan Kebutuhan Publik

Cibinong, Berita Geospasial - Badan Informasi Geospasial (BIG) terus memperluas pemanfaatan informasi geospasial di tingkat daerah untuk mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran. Upaya tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja antara BIG dan Pemerintah Kota Jambi pada Senin, 22 Juni 2026. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat penerapan perencanaan pembangunan berbasis lokasi, sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di daerah.

Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono mengatakan, kesadaran pemerintah daerah terhadap pentingnya informasi geospasial menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih efektif dan terukur, di samping pemanfaatan data statistik dalam proses perencanaan.


Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja antara BIG dan Pemerintah Kota Jambi /Risa K

“Kami sangat gembira bahwa Pemerintah Kota Jambi sudah melihat bahwa perencanaan itu sebetulnya tidak hanya dengan angka statistik, tetapi juga menyangkut lokasi, posisi, dan sebaran,” kata Belinda.

Belinda menjelaskan, setelah penandatanganan nota kesepakatan, kerja sama akan ditindaklanjuti berdasarkan rencana kerja yang lebih spesifik sesuai kebutuhan daerah. BIG terbuka untuk mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari pemetaan fasilitas publik hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang informasi geospasial.

Komitmen BIG tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kota Jambi yang melihat informasi geospasial sebagai instrumen penting untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, perkembangan kota yang pesat wajib didukung data akurat dan mutakhir agar kebijakan berdampak nyata bagi masyarakat. “Data sangat penting untuk merencanakan pembangunan sebuah kota, sehingga adopsi teknologi menjadi penting di tengah tingginya ekspektasi publik,” ujar Maulana.

Ia mencontohkan, pendekatan geospasial mengungkap ketimpangan akses sektor kesehatan dan pendidikan. “Kalau hanya berbasis rasio data penduduk dengan jumlah fasilitas kesehatan dan pendidikan, seolah-olah sudah cukup. Tapi begitu dilihat dari geospasial, ternyata masih banyak kawasan yang belum dapat mengakses layanan kesehatan dan pendidikan secara optimal,” katanya.

Melalui kerja sama ini, BIG dan Pemerintah Kota Jambi berkomitmen membangun ekosistem data geospasial yang lebih kuat untuk mendukung pembangunan berbasis bukti. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih presisi, mempercepat pemerataan layanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: Kesturi Haryunani
Editor:Intan Pujawati