Jumat, 04 September 2026   |   WIB
en | id
Jumat, 04 September 2026   |   WIB
Menjaga Jejak Pembangunan, ANRI dan BIG Perkuat Pengelolaan Arsip IG

Cibinong, Berita Geospasial – Informasi geospasial (IG) tidak hanya menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pembangunan berbasis data, tetapi juga menyimpan rekam jejak penting yang perlu dijaga keberlangsungannya. Menyadari nilai strategis tersebut, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menjajaki kerja sama untuk memperkuat tata kelola, penyelamatan, akses, dan pemanfaatan arsip IG.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BIG Mohamad Arief Syafii, saat menerima kunjungan Kepala ANRI Mego Pinandito /dok.BIG

“Selain arsip umum, BIG juga memiliki arsip IG dalam bentuk analog dan digital. Arsip IG tertentu memiliki karakteristik dan nilai strategis yang perlu mendapatkan perlindungan, pengamanan, dan pengelolaan khusus sebagai arsip terjaga,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BIG Mohamad Arief Syafii, saat menerima kunjungan Kepala ANRI Mego Pinandito pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Utama BIG tersebut menjadi forum untuk membahas tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan arsip IG. Sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama dari kedua lembaga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan ini, Arief juga menjelaskan bahwa BIG menghasilkan dan mengelola berbagai jenis IG dalam beragam format dan media. Sebagian di antaranya memiliki nilai strategis karena menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan. Karena itu, pengelolaannya perlu mengikuti standar kearsipan nasional untuk memastikan informasi tetap autentik, utuh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Namun, tantangan pengelolaan semakin kompleks ketika arsip IG bergantung pada teknologi tertentu. Seperti sejumlah IG yang hanya dapat diakses melalui komputer dan perangkat lunak tertentu. Perubahan teknologi berpotensi membuat perangkat atau aplikasi tersebut tidak lagi tersedia, sehingga dapat menghambat akses terhadap arsip.

“Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi antara ANRI dan BIG untuk mengembangkan sistem pengelolaan arsip IG yang mampu menyesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan data tersebut,” kata Kepala ANRI Mego Pinandito.

Kolaborasi antara ANRI dan BIG diharapkan tidak hanya menjawab persoalan preservasi arsip, tetapi juga memastikan informasi geospasial tetap dapat diakses dan dimanfaatkan ketika teknologi terus berkembang. Dengan tata kelola yang tepat, arsip IG dapat mempertahankan nilai informasinya sekaligus menjadi sumber pengetahuan yang mendukung kebutuhan pemerintahan dan pembangunan.

Pertemuan ANRI dan BIG menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam pengelolaan arsip IG. Kerja sama kedua lembaga diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan arsip geospasial yang menggabungkan standar kearsipan nasional dengan karakteristik teknis informasi geospasial.

Reporter: Maya Scoryna Purwidyanti
Editor: Kesturi Haryunani