Cibinong, Berita Geospasial - Pengelolaan sumber daya air berbasis spasial menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu materi yang dipelajari mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh saat mengunjungi Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Kunjungan lapangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Badan Informasi Geospasial (BIG) /Baim
Dalam pemaparannya, Randhi menjelaskan pemanfaatan informasi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk menganalisis hidrologi serta mendukung pengelolaan sumber daya air pertanian. Analisis ini memanfaatkan berbagai data, seperti topografi, tutupan lahan, jenis tanah, curah hujan, dan debit sungai, untuk memahami pola aliran air serta faktor yang memengaruhi ketersediaannya bagi tanaman.
“Integrasi data dalam pemodelan hidrografi memungkinkan kita menganalisis aliran air, memperkirakan kebutuhan irigasi, mengidentifikasi potensi banjir dan kekeringan, hingga mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan dan perubahan iklim terhadap lahan pertanian,” jelas Randhi.
Untuk memberikan gambaran penerapannya, Randhi menunjukkan analisis spasial yang menggabungkan data curah hujan dan lahan baku sawah di Sumatera Barat. Analisis ini dapat digunakan untuk menyusun tipologi lahan sawah berdasarkan karakteristik curah hujan tahunan di setiap kabupaten/kota.
Keterpaduan data dari berbagai kementerian dan lembaga juga mendukung penyusunan informasi yang lebih menyeluruh sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh saat mengunjungi Badan Informasi Geospasial (BIG) /Baim
Dosen pendamping field trip Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Amrizal, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran mahasiswa yang memiliki bobot satu satuan kredit semester (SKS). “Mahasiswa tidak sekadar melakukan kunjungan, tetapi juga wajib mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran. Geospasial merupakan salah satu kompetensi utama dalam program studi kami,” ujarnya.
Amrizal juga mengapresiasi penerimaan BIG dan kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Ia berharap kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membuka peluang kerja sama pada masa mendatang.
“Informasi geospasial terbuka untuk semua. Simak baik-baik materi yang disampaikan agar mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Siapa tahu, kunjungan ini juga menginspirasi adik-adik untuk berkarier di BIG,” tutur Humas BIG Tommy Nautico.
Kunjungan edukasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan mendorong pemanfaatan data geospasial dalam mendukung pengelolaan sumber daya air serta pembangunan pertanian berkelanjutan.
Reporter: Kesturi Haryunani
Editor: Intan Pujawati