Rabu, 08 Juli 2026   |   WIB
id | en
Rabu, 08 Juli 2026   |   WIB
BIG Terima Kunjungan Delegasi Pejuta Malaysia

Cibinong, Berita Geospasial — Badan Informasi Geospasial (BIG) menerima kunjungan delegasi Persatuan Juruukur Tanah Bertauliah (Pejuta) Malaysia pada Selasa, 7 Juli 2026. Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG Ibnu Sofian menerima langsung rombongan yang dipimpin Presiden Pejuta Md. Rodi Bin Ismail.

Pertemuan ini menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai perkembangan teknologi, inovasi geospasial, serta praktik penyelenggaraan survei di kedua negara. Diskusi berfokus pada pemanfaatan teknologi pemetaan skala besar untuk mendukung pembangunan kota pintar (smart city), mitigasi bencana, serta penguatan sumber daya manusia di bidang informasi geospasial.


Sambutan Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG Ibnu Sofian /Abdi

Dalam sambutannya, Ibnu Sofian menjelaskan bahwa BIG tengah mempercepat penyusunan peta skala besar 1:5.000 yang dimulai sejak 2024. Program ini ditargetkan mencakup seluruh wilayah Indonesia pada periode 2026–2028, sebagai fondasi penting bagi berbagai kebutuhan pembangunan.

Menurut Ibnu, ketersediaan peta skala besar menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim. Data geospasial yang detail dibutuhkan untuk mendukung pemodelan banjir, longsor, dan berbagai analisis kebencanaan lainnya sehingga proses mitigasi dapat dilakukan secara lebih tepat dan cepat.

"Selain untuk mitigasi bencana, BIG juga tengah mendorong monetisasi produk informasi geospasial buatan Indonesia sendiri melalui pengembangan Geospatial Computing Center," ujar Ibnu Sofian.

Komitmen memperkuat kerja sama lintas negara juga menjadi perhatian Pejuta. Presiden Pejuta Md. Rodi Bin Ismail mengatakan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di kawasan.

"Kolaborasi harus terus dikembangkan antarnegara. Sebagai negara yang bertetangga, ketika di Indonesia mengalami bencana Malaysia akan membantu, begitu juga sebaliknya. Hal yang sama juga berlaku dalam hal berbagi data," kata Md. Rodi Bin Ismail.


Kunjungan ke Geodesy Processing Center di Direktorat Sistem Referensi Geospasial BIG /Abdi

Selain membahas pengembangan teknologi, kedua pihak menyoroti tantangan penyediaan sumber daya manusia di sektor geospasial. Direktur Sumber Daya Manusia Informasi Geospasial BIG Sumaryono mengungkapkan, kebutuhan tenaga survei dan pemetaan, khususnya surveyor berlisensi, masih belum mampu mengimbangi pertumbuhan industri informasi geospasial di Indonesia.

"Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi BIG sebagai instansi pembina," jelas Sumaryono.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan fasilitas simulasi stasiun pasang surut dan Geodesy Processing Center di Direktorat Sistem Referensi Geospasial BIG. Melalui kunjungan ini, delegasi Pejuta memperoleh gambaran mengenai infrastruktur dan kapabilitas BIG dalam mengelola data referensi geospasial nasional.

Kunjungan ini semakin menegaskan komitmen BIG untuk memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang geospasial. Melalui kolaborasi teknis, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, BIG berharap dapat mendorong pemanfaatan informasi geospasial yang lebih optimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, ketahanan bencana, dan pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat.

Reporter: Luthfia Nuraini Rahman
Editor:Kesturi Haryunani